April 4th, 2008

Mengapa Bersyukur ?
Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,
setiap kali kami berdoa untuk kamu
(Kolose 1:3)

Orang Kristen sering sekali mengadakan Ibadah ucapan syukur. Ucapan syukur karena ulang tahun, masuk rumah baru, panen, kenaikan pangkat / gaji, lulus sekolah, dstnya. Semua ucapan syukur ini dilandasi oleh sukacita karena berkat Tuhan dalam kehidupan pribadi atau keluarga. Dan senantiasa ditandai dengan jamuan makan dari sederhana sampai yang besar-besaran. Paulus juga bersyukur kepada Allah, Bapa dari Tuhan Yesus Kristus (ay 3). Ia bersyukur karena ia dan rekan-rekannya telah mendengar (ay 4). Jadi dasar bersyukur karena mendengar berita. Apa yang mereka dengar? Ada 2 hal.
Pertama, Paulus dan teman-teman pelayanannya telah mendengar tentang iman jemaat dalam Yesus Kristus. Inilah dasar utama Paulus bersyukur. Pertumbuhan iman jemaat dalam Kristus merupakan sumber sukacita Paulus sehingga ia bersyukur kepada Allah. Kedua, tentang kasih jemaat. Paulus bersyukur karena mendengar kebaikan hati jemaat Kolose terhadap semua orang kudus. Perbuatan jemaat membuat Paulus bersyukur. Dari kedua dasar ini kita melihat bahwa sumber Paulus bersyukur bukan karena ia diberkati Tuhan tetapi karena ia mendengar kabar tentang pertumbuhan iman dan kasih jemaat.
Bersyukur seperti yang dicatat di awal merupakan hal-hal baik yang umum dilakukan oleh manusia di bumi ini. Tetapi hari ini Paulus mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan dengan alasan yang berbeda. Bersyukur karena orang lain yang bertumbuh imannya dalam Kristus. Bersyukur karena mendengar perbuatan baik orang lain terhadap sesama anggota gereja. Bagaimana caranya Paulus bersyukur? Ia dan teman-temannya bersyukur dengan cara berdoa selalu (ay 3). Maukah kita bersyukur selalu lewat doa kepada Tuhan karena kasih Tuhan yang nyata kepada orang lain? - Vic


CHATTING DENGAN TUHAN


TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak
ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.


TUHAN has signed out.

April 3rd, 2008


YESUS SUNGGUH-SUNGGUH MENGASIHIMU

Pada setiap minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi.

Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!""Siap untuk apa?" Pendeta itu menjawab."Pa, bukankah ini waktu bagi kita untuk membagikan traktat-traktat ini?"Pendeta itu menjawab, "Nak ... di luar udara sangat dingin dan hujan masih turun."Anak itu memandang papanya dengan penuh keheranan, "Tapi Pa, meskipun hujan turun, bukankah masih ada banyak orang yang belum mengenal Yesus dan mereka nanti akan masuk neraka?"Pendeta itu menjawab, "Tapi nak ... aku tidak ingin pergi dalam cuaca seperti ini."Dengan sedih anak itu memohon, "Pa ... aku harus pergi, boleh, kan?"Pendeta itu ragu-ragu sejenak lalu berkata, "Kamu tetap ingin pergi? Kalau begitu, ini traktat-traktatnya dan hati-hatilah di jalan, ya.""Terima kasih, Pa!!!"

Lalu anak itu bergegas meninggalkan rumah dan pergi menembus hujan dan udara luar yang sangat dingin.Anak laki-laki berusia sebelas tahun ini berjalan di sepanjang jalan-jalan kota sambil membagi-bagikan traktat Injil dari rumah ke rumah. Setiap orang yang ditemuinya di jalan diberinya traktat. Sesudah 2 jam berjalan di tengah-tengah hujan, anak ini menggigil kedinginan tapi masih ada satu traktat Injil terakhir yang masih di tangannya. Lalu ia berhenti di suatu sudut jalan dan mencari seseorang yang dapat diberinya traktat, tapi jalanan itu sudah sepi sama sekali.

Lalu ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung jalan itu. Ia berjalan mendekati pintu depan rumah itu dan membunyikan bel.Setelah ia memencet bel, tidak ada jawaban dari dalam. Lalu ia memencet bel lagi dan lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Ditunggunya lagi beberapa waktu, namun masih saja tidak ada jawaban. Akhirnya, anak laki-laki ini memutuskan untuk pergi, tapi ada sesuatu yang mencegah keinginannya untuk pergi, maka sekali lagi, dia menuju pintu, memencet bel dan mengetuk pintu keras-keras dengan tangannya.Ia menunggu, ada perasaan kuat yang membuatnya tetap ingin menunggu di depan rumah itu. Dia memencet bel lagi, dan kali ini pintu itu perlahan-lahan dibuka.Nampak seorang wanita yang berwajah sedih berdiri di depan pintu. Wanita itu dengan pelan bertanya, "Ada apa, nak? Apa yang dapat kulakukan untukmu?"

Dengan mata bersinar-sinar dan tersenyum, anak laki-laki ini berkata, "Ibu, maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu, dan aku datang ke rumah ini untuk memberikan traktat Injil terakhir yang aku miliki. Traktat Injil ini akan menolong Ibu untuk dapat mengetahui segala sesuatu tentang Yesus dan Kasih-Nya yang besar."Anak itu memberikan traktat terakhirnya kepada wanita itu dan ia segera pergi. Saat beranjak pergi, wanita itu berkata, "Terima kasih, Nak! Tuhan memberkatimu!"

Hari Minggu berikutnya, Pak Pendeta, papa dari anak laki-laki tadi, berdiri di balik mimbar dan memulai ibadahnya dengan pertanyaan, "Adakah di antara jemaat yang ingin memberikan kesaksian atau ingin membagikan sesuatu?"Di barisan kursi paling belakang, seorang wanita terlihat perlahan-lahan berdiri. Saat ia mulai bicara, nampak wajahnya berseri-seri dan ia berkata, "Tidak satupun di antara anda yang mengenal aku. Aku belum pernah ke gereja ini sebelumnya. Anda perlu ketahui, hari Minggu yang lalu aku bukanlah seorang Kristen. Suamiku telah meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini."
"Hari Minggu yang lalu," lanjut wanita itu, "dinginnya hatiku melebihi dinginnya cuaca dan hujan di luar rumah. Aku berpikir aku tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk hidup. Lalu aku mengambil tali dan sebuah kursi, kemudian naik tangga menuju ke loteng rumah. Aku mengencangkan ikatan tali kuat-kuat di palang kayu penopang atap, lalu berdiri di kursi dan mengikatkan ujung tali yang lain di leherku. Aku berdiri di kursi itu dengan hati yang hancur. Saat aku hendak menendang kursi itu, tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring.""Aku menunggu beberapa saat sambil bertanya dalam hati, 'siapakah yang membunyikan bel itu?'. Aku menunggu lagi, karena bel itu berkali-kali berbunyi dan semakin lama kedengarannya semakin nyaring, apalagi ketika terdengar ketokan pintu. 'Siapa yang melakukan hal ini?' tanyaku dalam hati, 'Tak ada orang yang pernah membunyikan bel rumah dan mengunjungiku'. Lalu aku mengendorkan ikatan di leherku dan bel yang berbunyi mengiringi langkahku menuju pintu depan di lantai bawah."

"Ketika kubuka pintu, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, karena di teras rumahku berdiri seorang anak anak laki-laki yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Wajahnya berseri-seri seperti malaikat dan senyumnya ... oh ... aku tidak dapat menggambarkannya pada anda! Dan perkataan yang diucapkannya sungguh menyentuh hatiku yang telah lama beku, 'Ibu, aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu.' Lalu dia memberiku traktat Injil yang saat ini kupegang."
"Saat malaikat kecil itu menghilang dari rumahku, menembus dingin udara dan hujan, aku menutup pintu dan membaca setiap kata dalam traktat Injil ini. Aku kembali ke loteng untuk mengambil tali dan kursi yang akan kupakai untuk bunuh diri, karena aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Anda lihat, sekarang aku seorang Anak Raja yang bahagia dan karena ada alamat gereja ini di bagian belakang traktat, maka aku datang ke tempat ini untuk mengucapkan terima kasih pada malaikat kecil yang datang tepat pada waktu aku membutuhkannya. Tindakannya itu telah menyelamatkan jiwaku dari hukuman neraka yang kekal."

Seluruh jemaat di gereja itu meneteskan air mata. Seiring dengan pujian syukur yang dinaikkan untuk memuliakan Raja, yang bergema di setiap sudut bangunan gereja, Pak Pendeta turun dari mimbar dan pergi menuju ke bangku di barisan depan, tempat di mana "malaikat kecil" itu duduk. Pak Pendeta itu menangis tak tertahankan dalam pelukan anaknya.
Adil dan Penuh Kasih
Alkisah sebuah cerita mengenai seorang jenderal wanita yang bernama jenderal Shameela. Suatu ketika saat ia memimpin sepasukan untuk berperang di perbatasan, komandannya melaporkan bahwa bahan makanan mereka telah dicuri. Setelah berpikir cukup lama sang jenderal akhirnya mengambil keputusan kalo pencurinya harus dicari dan dihukum cambuk !
Ternyata selidik punya selidik pencurinya adalah ibu sang jenderal. Jenderal Shameela dengan berat tetap memutuskan bahwa hukuman besok akan tetap dilaksanakan. Anak buahnya bertambah segan padanya karena jenderal tersebut terkenal dengan keadilannya. Besoknya saat upacara hukuman akan dimulai, ia mendekati para algojo dan memberitahu mereka untuk menghukum sesuai dengan peraturan. Saat cambuk itu dilayangkan, sang jenderal memeluk mamanya sehingga jenderal Shameela yang terkena cambukannya itu.
Begitulah kasih Kristus buat kita. Selain adil, ia juga penuh kasih. Apabila manusia tahu berbuat yang terbaik untuk orang yang disayangi apalagi Tuhan kita Yesus Kristus. Saat aku kehilangan pegangan dan kehilangan cinta, cerita ini kembali menguatkan aku ! Semoga dengan cerita ini dapat menguatkanmu ! Tuhan memberkati kita semua !!!
10 BLESSING 4 TODAY

  1. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa dimana ada ROH ALLAH, ada kemerdekaan, dan KRISTUS telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17;Gal 5:1)?
  2. Mengapa saya harus merasa terhukum jika ALKITAB berkata bahwa saya tidak ada lagi dibawah penghukuman sebab saya didalam KRISTUS?
  3. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya,tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya?
  4. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika ALKITAB berkata bahwa KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu?
  5. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini, jika saya seperti Paulus bisa belajar untuk menjadi puas dalam sgala keadaan?
  6. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika KRISTUS telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya didalam DIA kita dibenarkan oleh ALLAH (2 Kor 5:21)?
  7. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika ALLAH dipihak saya tidak ada yang akan melawan saya?
  8. Mengapa saya harus binggung jika ALLAH adalah RAJA DAMAI dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNYA yang diam didalam kita (1 Kor 14:33;2:12)?
  9. Mengapa saya harus terus menerus merasa gagal dan jatuh jika ALKITAB berkata bahwa sebagai anak ALLAH saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh DIA yang telah mengasihi saya?
  10. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena saya tahu TUHAN YESUS telah menang atas dunia dan penderitaan? ”DIAMLAH DAN KETAHUILAH BAHWA AKULAH ALLAH!”
Ilustrasi ROHANI : IMAN

Pernahkah melihat paku ?!? Tentu kita semua pernah melihatnya bukan ?!? Seberapakah besar paku itu ?!? Tapi mengapa, paku yang kecil (sesuaikan dengan kebutuhan antara benda yang digantung / dibebankan dengan paku) dapat menahan berat benda yang digantungkan (yang dibebankan) ??? Jawabannya adalah : karena paku itu menancap KUAT pada dinding / tembok.
Sama saja dengan kehidupan rohani iman kita. Iman diibaratkan dengan paku, benda yang digantung/dibebankan adalah masalah, pencobaan, sakit penyakit, dll. Sedangkan dinding adalah Allah. Oleh karena itu, jika iman kita menancap kuat pada Allah maka apapun beban dalam hidup ini yang kita alami / betapapun beratnya hidup kita maka kita akan KUAT, TETAP TEGUH DALAM PENGHARAPAN DAN TIDAK AKAN TERGOYAHKAN karena kita melihat jauh kedepan bahwa ALLAH SELALU DIPIHAK KITA, BAHWA ALLAH ADALAH SATU-SATUNYA TEMPAT KITA BERGANTUNG.
Ingat !!! JIKA ALLAH DIPIHAK KITA, SIAPAKAH LAWAN KITA ??? TIDAK ADA